Sejarah Kota Denpasar

Denpasar pada mulanya merupakan pusat Kerajaan Badung,akhirnya pula tetap menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan bahkan mulai tahun 1958 Denpasar dijadikan pula pusat pemerintahan bagi Propinsi Daerah Tingkat I Bali.

Dengan Denpasar dijadikan pusat pemerintahan bagi Tingkat II Badung maupun Tingkat I Bali mengalami pertumbuhan yang sangat cepat baik dalam artian fisik, ekonomi, maupun sosial budaya.

Keadaan fisik Kota Denpasar dan sekitarnya telah sedemikian maju serta pula kehidupan masyarakatnya telah banyak menunjukkan ciri-ciri dan sifat perkotaan. Baca entri selengkapnya »

Kota Kediri Dalam Sejarah Budaya Bangsa (Bagian 3-habis)

II. JAMAN PENJAJAHAN HINDIA BELANDA

A. Kedatangan bangsa Belanda di Indonesia

Belanda yang berdagang di Lisbon untuk mengambil barang dagangan yang didatangakan dari Asia Selatan oleh bangsa Portugis pada tahun 1580 menghadapi kesukaran, karena kesukaran-kesukaran tersebut Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Hautman datang ke Indonesia (Banten) pada tahun 1596.

Dalam hal ini Belanda mendapat rintangan dari orang-orang Portugis sehingga mereka berusaha untuk mempersatukan pedagang-pedagang Belanda dal satu badan perdagangan yaitu VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) pada tahun 1602. Baca entri selengkapnya »

Kota Kediri Dalam Sejarah Budaya Bangsa (Bagian 2)

B. KERAJAAN KADIRI

Mungkin raja-raja Jenggala tidak cakap, sehingga tidak seberapa lama Jenggala tidak terdengar lagi, adapun kerajaan Panjalu menjadi lebih terkenal dengan nama DHAHA letak ibukota kira-kira di kota Kediri sekarang ini. Pada pertengahan abad ke-11 mulailah sejarah kerajaan Kadiri, SRI JAYAWARSA sebagai raja pertama memerintah pada tahun 1104-1115 M. Baca entri selengkapnya »

Kota Kediri Dalam Sejarah Budaya Bangsa

I. JAMAN KERAJAAN

Diantara dua masa kerajaan di Jawa Tengah, berdiri pusat kerajaan baru di Jawa Timur. Hal ini kita ketahui dari sebuah prasasti bertahun 726 Saka (840 M) yaitu “PRASASTI HARINJING” di desa Sukabumi Kec. Kepung Kab. Kediri. Prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan huruf Kawi (Jawa Kuno).

Pada tahun 928 sewaktu pemerintahan Mpu Sendok tanah air kita terbagi atas dua daerah yang berpengaruh, yaitu sebelah barat dibawah pengaruh Sriwijaya, sedang sebelah Timur dibawah pengaruh Mataram. Baca entri selengkapnya »

« Older entries