Kota Kediri Dalam Sejarah Budaya Bangsa (Bagian 2)

B. KERAJAAN KADIRI

Mungkin raja-raja Jenggala tidak cakap, sehingga tidak seberapa lama Jenggala tidak terdengar lagi, adapun kerajaan Panjalu menjadi lebih terkenal dengan nama DHAHA letak ibukota kira-kira di kota Kediri sekarang ini. Pada pertengahan abad ke-11 mulailah sejarah kerajaan Kadiri, SRI JAYAWARSA sebagai raja pertama memerintah pada tahun 1104-1115 M.

– KAMISWARA menggantikan Sri Jayawarsa ia memerintah pada tahun 1115-1130 M, untuk mengakhiri pertentangan dengan Jenggala, ia kawin dengan SRI KIRANA (sebagai perkawinan politik). Pada jaman pemerintahannya hidup pujangga termasyur yaitu Mpu Dharmaja mengarang kitab Semara Dahana dan Mpu Tanakung mengarang Kitab Lubdaka dan Wertasantya.

– SRI JAYABAYA memerintah pada tahun 1135-1157 M, yang terkenal sebagai pujangga dan sering dihubungkan dengan buku Jayabaya, pada jamannya hidup dua pujangga yaitu Mpu Sedah yang menyalin buku Bharatayuda dari Mahabarata yang kemudian diselesaikan oleh Mpu Panuluh.

Setelah Jayabaya, kerajaan Dhaha diperintah oleh antara lain :

– Sarwosworo pada tahun 1159-1161

– Aryosworo pada tahun 1171-1174

– Gandra pada tahun 1181

– Kamesworo II pada tahun 1182-1185

Raja Kadiri terakhir adalah KERTAJAYA yang memerintah pada tahun 1185-1222 M, ia memerintah dengan sewenand-wenang hingga timbul pemberontakan yang melemahkan kerajaan. Seperti pertentangan-pertentangan antara Kertjaya dengan golongan Pendeta.

Golongan Pendeta menyingkir ke Tumapel (Ken Arok) dan selanjutnya mengadakan pemberontakan. Penyerangan Tumapel (Ken Arok) pada tahun 1222 telah meruntuhkan kerajaan Kadiri, mulailah tahta kerajaan diduduki oleh Ken Arok dan Kerajaan dipindah ke Singosari.

Waktu Kerajaan Singosari di pegang oleh Kertanegara, maka Pemerintahan Kartanegara berhasil :

– Mempersatukan Nusantara

– Pembinaan menjadi Negara Maritim yang teguh

– Membantu perkembangan agama Syiwa dan Budha

– Dengan berkembangnya kekuasaan Singosari menimbulkan kecurigaan negara-negara sekitarnya, lebih-lebih kerajaan Mongol (Cina) dibawah Kaisar Kubilai Khan, yang ingin merebut tanah air kita.

Pada tahun 1280 Kubilai Khan mengirim utusan ke Singosari untuk minta pengakuaan kekuasaan yang dipertuankanke pada Singosari. Dengan tegas Singosari menolak permintaan Kubilai Khan sebagai Maharaja yang dipertuan, penolakan ini berarti konfrontasi melawan kerajaan Cina.

Sewaktu pemikiran Kartanegara dipusatkan untuk menghadapi kerajaan Cina, Jayakatwang keturunan Raja Kadiri (Kertajaya) tetap bercita-cita merebut kembali tahta kerajaan dari tangan Singosari. Pada tahun 1292 M, meletuslah pemberontakan menyerbu Singosari dan dapat merebut tahta kerajaan dan memindahkan pusat kerajaan kembali ke Kadiri.

Dalam penyerangan tersebut Kartanegara tewas dalam pertempuran, sedangkan R. Wijaya dapat melarikan diri ke Utara dan menyeberang ke Madura diterima oleh Arya Wiraraja.

Pada tahun 1293 Kubilai Khan mengirim pasukan ke Jawa untuk membalas penghinaan kartanegara, dalam kesempatan ini R. Wijaya menggunakan siasat bersekutu dengan pasukan Cina yang akan menghukum Kartanegara, dialihkan untuk menyerang Jayakatwang di Kadiri, akhirnya Jayakatwang menyerah dan ditahan hingga meninggal.

Selanjutnya pasukan Cina dihancurkan oleh pasukan R. Wijaya dengan meninggalnya Jayakatwang runruhlah kerajaan Kadiri, keruntuhan ini seakan-akan mengakhiri sejarah kerjaan Kadiri dan sejarah beralih pada jaman keemasan kerajaan Majapahit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: